Kamis, 29 Maret 2012

Ringkasan Materi Akuntansi tentang KAS dan Penendalian INTERN


A.  KAS
Pengertian
Kas adalah pembayaran yang siap dan bebas dipegunakan Untuk Membiayai Kegiatan umum perusahaan.Kas meliputi uang tunai (kertas dan logam) yang ada di peruasahaan dan simpanan si rekening giro.Adapaun jenis kas lainnya adalah pos wesel,wesel bank,cek wisata,dan cek tunai,semuanya bisa dikatakan Kas apabila dapt diuangkan dengan segera(tidak memiliki jatuh tempo).
Adapun elemen-elemen yang tidak di kelompokan kedalam kas adalah :
         ·         Simpanan berjangka,hanya dpat dicairkan setelah jangka waktu tertentu.Simpanan berjangka dikelompokan sebagai investasi sementara apabila jatuh temponya tidak lebih dari satu tahun sejak neraca atau apabila maksud manajemen untuk memnfaatkan kas sementara yang menganggur.
         ·         Uang tunai yang disisihkan untuk tujuan tertentu,termasuk sejumlah rekening giro yang di sisihkan untuk tujuan tertentu.
         ·         Cek kosong (non-sufficient fund check), diklompokan piutang usaha(adanya kekurangan dana).
         ·         Cek mundur (post-dated check),tidak dapat diuangkan sebelum jautuh tempo.Cek mundur harus di angggap sebagai piutang , kecuali apabila sudah jatuh tempo.
         ·         Perangko dan Materai ,diklafisikasikan sebagai bahan habis pakai ( BHP ).
         ·         Saldo kredit rekkening giro,disebabkan oleh peneritan cek yang melebihi saldo rekening giro atau lebih pada satu bank yang sama,maka cerukan pada satu rekening dapat dikopensasikan dengan rekening lain.
1.   DANA KAS KECIL
Dana kas kecil merupakan kas diperusahaan yang di sediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlanya relatif kecil dan tidak ekonomid jika di bayar dengan cek.
Ada dua sistem dalam pengelolanan dana kas kecil yaitu :
a.   Sistem dana tetap
 dalam sistem dana tetap,jurnal diselenggarakan dua kali.pertama adalah pada waktu pembentukan dana kas kecil,dan yang kedua adalah pada waktu pengisian kembali.Saat mengluarkan dana kas kecil tidak perlu di jurnal,cukup mengumpulkan bukti-bukti pengeluarannya.

Tujaun pengisian kembali adalah :
Ø  Untuk Mengakui biaya yang telah dibayarkan sejak pengisian sebelumnya,Dan
Ø  Untuk menentukan jumlah dana kas kas kecil yang akan dilaporkan di neraca.
Pengisian kembali dana kas kecil dilakukan dengan cara mengeluarakan cek sebesar dana kas kecil yang telah di keluarkan dan harus dengan persetujuan pejabat yang berwenang.
b.   Sistem Fluktuasi
Pengisian kembali tidak ditetapkan untuk periode tertentu,dan jumlah pengisian kembali tidak haeus sesuai dengan jumlah yang telah dikeluarkan sehinggga dana kas kecil berubah-ubah atau berfluktuasi.Pada saa mengeluarkan dana kas kecil untuk membayar  biaya,jurnal yang dibuat adalah dengan mendebit rekening biaya-biaya dan mengkredit rekening Dana Kas Kecildan mendebit rekening Kas.Pada akhir periode,sistem ini tidak mengharuskan pengisian dan jurnal penyesuaian,sebab pengeluaran segera di catat di buku jurnal.
2.   REKONSILIASI BANK
Dengan adanya catatan ganda kas,yaitu catan bank dan catatan perusahaan,maka seharusnya dua catatan ini menghasilkan saldo yang sama.Akan tetapi pada kenyataannya ,dua catatan tersebut sering menunjukan saldo yang beda sehingga perlu dilakukan rekonsiliasi bank.
Dua penyebab perbedaan pencatatan tersebut adalah :
Ø  Bedanya waktu pencatatan,dan
Ø  Kesalah pencatatan.
Apabila beda waktu pencatatan dan kesalahan pencatan sudah dapat di identifikasi,tetapi saldonya belum cocok,maka ada indikasi bahwa kas di gelapkan.
B.  PENGENDALAIAN INTERN
Karena kas adalah aktiva yang paling sensitiv teradap tindak kecurangan oleh kariawan,maka kas perlu di kendalaikan karena kas juga merupakn titik awal untuk sistem pengendalian akuntansi.
Ada tiga karaktristik kas yang menarik,yaitu :
1.     Dapat ditukar sewaktu-waktu menjadi aktiva non-kas,karena sifatnya sebagai alat pertukaran/pembayaran.
2.     Mudah digelapkan dan dipindahkan karena bntuknya yang kecil dan bobotnya  yang ringan.
3.     Tidak ada identitas siapa pemiliknya.

Apabila Pengendalian Intern tidak memadai,maka sangatlah potensial terjadinya penggelapan kas.Oleh karena itu,perlu di rancang pengendalian Intern yang dangat memadai.
Adapun prinsip-prinsip pengendalian intrn kas yang harus diperhatilkan adalah :
1.     Permintaan Fungsi,fungsi akuntansi harus di pisahkan dari fungsi menyimpan dan menyetujui pengeluaran kas serta fungsi pemeriksaan.
2.     Penyetoran ke bank,Semua penerimaan harus segera di setorkan ke bank.
3.     Pemeriksaan inten terhadap catatan dan fisik kas harus di lakukan secara mendadak dan tidak dalam interval waktu yang teratur.
4.     Penggunaan sistem voucher,setiap pngeluarannya harus menggunakan cek.
Berdasarkan prinsip  pengendalian intern kas nomor 2 dan nomor 4,maka terpelihara catatan ganda kas,yaitu catatan perusahaan dan catatan bank.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buruan Cob,,, Ssaran dan komentarnya,,,,!!!!